
KONIBABEL – KONI Provinsi Bangka Belitung menggelar rapat penjabaran rencana kerja 2025, guna memastikan peningkatan dan kemajuan olahraga di negeri Serumpun Sebalai.
Dihadiri 22 Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga, diketahui rapat membahas sejumlah agenda hingga anggaran.
Ketua Koni Provinsi Bangka Belitung, Ricky Kurniawan mengatakan terkait anggaran saat ini kondisi Provinsi Bangka Belitung sedang tidak baik-baik saja.
“Anggaran 2025 yang pengajuan Rp 5 Miliar, namun yang disetujui dalam Badan Anggaran hanya Rp 1,65 Miliar. Tentunya kita juga telah melakukan berbagai upaya, termasuk melobi anggaran ke eksekutif dan legislatif,” ujar Ricky Kurniawan
Namun beredar kabar dana hibah Rp 1,65 miliar yang akan digunakan Koni Provinsi Bangka Belitung, untuk melakukan pembinaan atlet tersebut juga akan mengalami penurunan nilainya.
“Informasi dua hari yang lalu, terjadi pemotongan lagi 40 persen untuk seluruh dana hibah Provinsi Bangka Belitung sehingga dana sisa KONI Bangka Belitung hanya berkisar Rp 1 miliar. Seluruh pencairan dana hibah ditunda, sampai pembahasan dengan komisi 2 dan Banggar DPRD Bangka Belitung kembali,” jelasnya.
Selain anggaran, dalam rapat tersebut juga membahas sikap Koni Provinsi Bangka Belitung yang secara tegas menolak Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 Tahun 2024.
“Permenpora ini kami anggap kontroversial, dan bertentangan dengan Piagam Olimpiade. Sedangkan di dalam Piagam Olimpiade mengatur, agar olahraga bebas dari intervensi politik,” bebernya.
Lebih lanjut Ricky Kurniawan juga membuka diskusi, kepada Pengprov Cabor terkait Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI 2026.
Hal ini pun tak terlepas dari belum adanya perkembangan dari Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, terkait pembentukan Pengurus Besar (PB) atau arah kebijakan lainnya.
“Kita sudah meminta Pemprov untuk segera mensurati Pemerintah Kabupaten Kota, terkait tuan rumah dan segera membentuk PB Porprov dan Pemprov akan mengkaji kembali untuk pelaksanaan Porprov VI 2026,” tuturnya.